Sabtu, 28 April 2018

Pemimpin yang Baik Untuk Kemajuan Bangsa

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Sehingga manusia membuat kelompok untuk bisa hidup. Dari kelompok tersebut, harus ada seseorang untuk menjadi pemimpin kelompok. Pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin dan bisa mempegaruhi orang yang dipimpinnya. Tentu saja, menjadi pemimpin bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dijalani. Dan tanpa disadari kita telah menjadi pemimpin, bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri sendiri.
Sejak zaman sekolah, telah banyak sekali pelatihan-pelatihan tentang kepemimpinan. Mulai dari belajar menjadi pengurus kelas, LDKS dan sebagainya yang mampu membangkitkan jiwa pemimpin kita. Bahkan agama juga mengajarkan kita untuk menjadi pemimpin. 
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 247 yang artinya “Nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi raja kalian." Mereka menjawab, "Bagaimana Talut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedangkan dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata, "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa" Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.”
Dari ayat tersebut, dijelaskan bahwa seseorang yang hendak dijadikan raja adalah mempunyai kekuatan fisik sehingga mampu melaksanakan semua tugasnya sebagai pemimpin. Selain itu, seorang pemimpin hendaklah memiliki ilmu pengetahuan yang luas sehingga mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan tentang apa yang dipimpinnya. Dan juga pemimpin harus memiliki kesehatan jasmani dan kecerdasan pikiran.
Ciri-ciri pemimpin yang baik lainnya adalah seorang pemimpin harus berinisiatif, bertanggung jawab, dapat dipercaya, jujur, dan rela berkorban. Misalnya, jika dalam memimpin dihadapkan suatu masalah, maka seorang pemimpin harus memiliki inisiatif untuk mencari solusi dengan menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Ketika sudah didapat sebuah solusi, maka pememimpin tersebut haruslah bertanggung jawab dengan apa yang telah diperbuatnya. Jangan sampai dalam menyelesaikan suatu masalah seorang pemimpin tergesa-gesa untuk menyelesaikannya. Dalam menyelesaikan masalah tersebut tentunya seorang pemimpin membutuhkan banyak pemikiran agar didapat solusi yang terbaik. Untuk itu, dibutuhkan kepercayaan dari anggota-anggotanya. Mendapatkan kepercayaan dari para anggota salah satunya dapat dicapai dengan kejujuran. Ketika kita berbicara jujur, maka orang akan percaya dengan pemimpin. Rela berkorban juga merupakan hal yang harus dimiliki seorang pemimpin agar setiap masalah yang dihadapi tidak berdampak begitu besar kepada banyak pihak.
Pemimpin pada zaman sekarang ini banyak yang tidak memiliki ciri-ciri tersebut. Misalnya saja banyak pemimpin yang melakukan tindak korupsi, tetapi mereka tidak malu untuk mengakuinya dan bahkan mereka berpura-pura untuk tidak melakukan hal tersebut. Juga mereka masih tetap ingin berada di posisi jabatannya. Lain halnya dengan di Jepang atau Korea Selatan, apabila seorang pemimpin terbukti melakukan kesalahan, maka orang itu akan mudur dari jabatannya. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan pemimpin di Indonesia masih kurang bertanggung jawab dengan perbuatannya.
Sejatinya, jiwa pemimpin telah ada didalam diri kita. Tinggal bagaimana cara kita mengasah jiwa pemimpin tersebut untuk menjadikan kita seorang pemimpin yang baik. Dan jangan lupa untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar dalam masa kepemimpinan kita selalu mendapat keberkahan dan kemudahan dalam memimpin.



#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inovatif_Aktif

Menghadapi Pendidikan Zaman Now

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Pendidikan Indonesia!


Pada hari Rabu, 25 April 2018, telah berlangsung acara PKMF 1 yang dilaksanakan di Gedung Dewi Sartika lantai 10, Kampus A UNJ. Acara ini dimulai pada pukul 16.00 dengan melakukan presensi terlebih dahulu lalu dibacakan tilawah Alquran. Selanjutnya disampaikan materi oleh Kak Rakha Ramadhana yang menyampaikan materi tentang Pendidikan Kontemporer. Berikut ini adalah resume dari PKMF 1.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajarann agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. 
Pendidikan di Indonesia sendiri telah diatur didalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan wajib diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. Tujuan pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Alquran surat Al Mujadalah ayat 11 juga telah disebutkan “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan”.
Lalu, apa urgensi dari pendidikan?
1. Pendidikan dapat memberikan pengetahuan. 
Pendidikan tidak hanya diberikan saat sekolah, bahkan lingkungan dan alam juga meberikan kita pengetahuan.
2. Karir pekerjaan
Pada saat ini, untuk mencari pekerjaan sangat sulit. Dan kebanyak lowongan pekerjaan membutuhkan tenaga kerja yang berpendidikan. Dengan pendidikan, kita bisa mendapat pekerjaan yang layak.
3. Membangun karakter
Sejak kecil kita telah dididik oleh orang tua kita. Sejak saat itulah karakter kita dibentuk.
4. Pencerah kehidupan
Dengan pendidikan, kita bisa mendapat pekerjaan sehingga kehidupan akan cerah.
5. Kemajuan Bangsa
Pendidikan juga bisa membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

Masalah pendidikan yang dihadapi Indonesia saat ini diantaranya adalah luas wilayah Indonesia sangat luas, sehingga pendidikan menjadi kurang merata dan banyak sarana dan prasarana yang belum terpenuhi. Selain itu, masalah lain yang dihadapi Indonesia adalah banyak yang kurang memahami tentang urgensi pendidikan. Contohnya banyak orang tua yang menyuruh anak perempuannya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena petuah orang terdahulu yang menyebutkan kodrat perempuan adalah melakukan aktivitas “dapur, sumur, dan kasur”. Masalah lainnya adalah kebanyakan orang Indonesia merupakan sosok yang pemalas. Terbukti dengan hasil riset, hobi membaca masyarakat Indonesia menempati urutan 60 dari 61. Juga masalah di seluruh dunia adalah pendidikan dari masa ke masa monoton, seperti di sekolah yang hanya mendengarkan pendidik menjelaskan materi. 
Dan juga ada beberapa teknologi di era digital ini yang dapat dimanfaatkan, yaitu :
Internet of things
Aktivism Intelligent
Robotic
Interaksi antar komputer

Selama materi berlangsung, diselipkan juga beberapa video yang menginspirasi dan memotivasi yang berkaitan dengan materi pada hari itu dan masalah-masalah yang dihadapi tentang pendidikan. Materi kali ini ditutup dengan quote : “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia” – Nelson Mandela.

#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inovatif_Aktif

Minggu, 15 April 2018

Kaderisasi, Langkah Awal Menjadi Seorang Pemimpin

Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!


Pada hari Sabtu, 14 April 2018 telah dilangsungkan acara Pra PKMF MIPA 2018. Materi ini disampaikan oleh kak Solin Nurdin dari Fakultas Ekonomi UNJ. Materi ini berisi tentang urgensi kaderisasi.

Setiap organisasi tentunya harus memiliki seorang kader. Kader adalah orang yang diharapkan untuk memegang peran penting. Untuk memenuhi seorang kader yang diharapkan, perlu adanya kaderisasi. Kaderisasi adalah suatu proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk sesorang menjadi kader. Misalnya, pada saat ini dibutuhkan seorang kader yang disiplin dan bertanggung jawab, maka pada saat kaderisasi diperlukan  pembelajaran agar seorang kader tersebut menjadi seseorang yang disiplin dan bertanggung jawab.

Lalu, apa pentingnya kaderisasi?
Di Alquran telah dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 9, yang artinya “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh karena sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara degan tutur kata yang benar”. Dari ayat tersebut, dijelaskan bahwa setiap orang dewasa harus bertanggungjawab terhadap perkembangan masa depan generasi mudanya, jangan sampai generasi mudanya tidak memiliki pengetahuan, pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya.

Bagaimana tugas kaderisasi? Kaderisasi memiliki tugas yaitu pembentukan, penjagaan, pengembangan, dan pewarisan. Setiap organisasi memiliki kriteria kader yang berbeda. Maka perlu dibentuk sesuai dengan kriteria kader yang dibutuhkan. Setelah dibentuk, perlu adanya penjagaan. Jika tidak dijaga, maka anggota bisa saja meninggalkan organisasi tersebut. Selain itu, diperlukan pengembangan agar kemampuan dari anggota organisasi dapat lebih berkembang. Dan yang tidak kalah penting adalah adanya pewarisan. Apabila tidak ada pewarisan, maka tidak ada yang meneruskan estafet kepemimpinan dari organisasi itu dan akhirnya organisasi tersebut akan menghilng dari peradaban.

Ada tugas, ada juga fungsi dari kaderisasi. Kaderisasi memiliki tiga fungsi yaitu pewarisan nilai organisasi, penjamin keberlangsungan organisasi, dan sebagai sarana belajar bagi anggotanya. 
Dalaam kaderisasi juga ada tantangan, yaitu dalam kaderisasi itu monoton atau tidak peka terhadap lingkungannya, belum memahami dan meresapi makna dari kaderisasi, jumlah kader sangat sedikit, dan juga adanya kejenuhan dalam kaderisasi.

Untuk alur pengkaderan di UNJ, tahap awal dari kaderisasi adalah dari tingkat prodi (PKMP). Setelah itu di tingkat fakultas ada PKMF dan PLMF. Pada tingkat fakultas, dipersilahkan memilih antara PKMF atau PLMF. Dan terakhir ada PKMU dan PLMU. Di tingkat universitas, tahap pengkaderan harus linear dengan tingkat fakultas.

Dengan kaderisasi, kita dibentuk untuk menjadi orang yang lebih berkarakter. Dilihat dari tugasnya, kaderisasi tidak hanya untuk anggota atau seseorang yang ingin menjadi bagian dari departemen PSDM/kaderisasi, tetapi semua orang perlu kaderisasi sebagai bekal menjadi pemimpin pada masa yang akan datang. 



#PKMFMIPA 2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inisiatif_Aktif